Mengenal Kadar Emas yang Cocok Dijadikan Cincin Tunangan

Keterikatan dengan pasangan menuju ke arah yang lebih serius pada umumnya banyak dilakukan dengan adanya pertunangan. Hal seperti ini ini biasa dilakukan untuk para pasangan yang masih membutuhkan sejumlah waktu untuk hal tertentu menuju pernikahan, namun diikat dengan adanya cincin tunangan sebagai simbol bahwa mereka sudah ada yang memiliki. Jika dalam islam proses menunggu untuk pernikahan tidak boleh lebih dari 3 bulan karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan. Sebelum menikah tentu sebagai calon pengantin harus banyak belajar dalam mempersiapkan fisik dan batin. Sebagai seorang suami harus paham tugasnya seorang sumai begitu juga dengan istri. Menikah memang sesuatu yang sangat menyenangkan tetapi jika kamu tidak siap maka akan menjadi sesuatu yang merugikan nantinya.


Hal serupa biasanya juga dilakukan oleh pasangan yang sudah akan menikah. Pada umumnya, ada model cincin kawin yang mereka persiapkan sebagai simbol keterikatan dengan pasangan. Hanya saja, untuk yang ini, tahap keterikatan antar pasangan sudah memasuki jenjang yang lebih serius lagi dari pertunangan, yang akan memasuki ranah rumah tangga. Untuk menciptakan keluarga yang sakinah dan warahmah tentu harus tau apa makna berkeluarga. Jika ada masalah dalam rumah tangga lebih baik diselesaikan dengan cara yang baik. Jangan ada emosi dalam menyelesaikan masalah. Apalagi seorang suami jangan sembarangan berbicara kata cerai karena jika terucap maka sudah jatuh talak baik itu sengaja maupun tidak sengaja.

Bagi Anda yang ingin membuat cincin untuk pertunangan atau pernikahan, maka pada umumnya bahan yang digunakan adalah emas. Sebenarnya, ada beberapa jenis emas yang biasa kita temui di toko emas. Misalnya saja seperti emas batangan, emas perhiasan, koin emas, dan juga emas granule. Pada umumnya, emas perhiasanlah yang biasa digunakan membuat cincin.

Ada 2 jenis emas yang bisa dijadikan pilihan dalam membuat cincin. Ada emas muda dan emas tua. Model cincin kawin ataupun cincin tunangan yang memiliki kadar campuran yang lebih banyak dari emas maka disebut dengan emas muda. Sementara itu, perhiasan yang kadar campurannya lebih sedikit dari emas, maka disebut menggunakan emas tua.

Harga cincin untuk tunangan atau kawin emas muda akan lebih murah dibandingkan dengan emas tua. Maka, Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli cincin dengan emas tua atau muda. Sementara itu, emas 24 karat tidak cocok digunakan sebagai bahan pembuatan cincin ini karena terlalu lunak. Standar kemurnian emas yang cocok digunakan adalah 18 karat. Bayangkan jika emas 24 karat dijadikan cincin maka cincin tersebut sangat lunak dan tidak akan sempurna. Kadar emas 18 karat terdiri 75% emas murni kemudian dicampur oleh bahan palladium sehingga bisa dibentuk menjadi cincin. Maka, kebanyakan toko yang menjual cincin couple untuk pernikahan biasanya menggunakan emas 75%. Jangan sampai Anda tertipu oleh toko yang biasanya menjual cincin untuk pernikahan. Banyak yang menipu dari segi harga. Jika kadar emas 75% dan hanya di hargai dibawah satu juta itu harus lebih hati-hati. Harga emas saat ini mencapai 544 ribu per gram jadi jika di hitung biasanya satu cincin 5 gram sekitar 2 jutaan. Untuk menemukan toko cincin yang terpecaya silahkan cek di http://spillajewelry.com

Itulah informasi seputar emas yang bisa dan cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuatan cincin. Mulai dari macam emas, yaitu emas tua dan muda, sampai dengan kadar karat emas yang cocok digunakan untuk menjadi bahan pembuatan cincin pernikahan maupun tunangan. Anda bisa mencoba mempertimbangkan mana yang sekiranya paling tepat dipilih.